Budaya

Rangkaian Ulang Tahun Ke-2 Pasraman Dalem Gedong Ratih, Bagikan Pakan Kera Di Alas Kedaton

“Kami di pasraman memiliki motto, Mekarya Lan Meyadnya. Semoga apa yang kami lakukan bisa memberikan manfaat,”

Tabanan – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun ke-2 Pasraman Dalem Gedong Ratih, Mambang Badung bersama Paguyuban Seniman Bali, Tabanan, Puri Kukuh, Marga, Bendesa Adat dan Perbekel Kukuh melakukan bakti sosial dengan membagikan pakan bagi kera-kera ekor panjang di obyek wisata Alas Kedaton. Pembagian pakan kera ini berupa pisang, ketela dan kacang.

“Sebelumnya sudah sempat dilaksanakan pelatihan Sangin untuk metatah di Pasraman. Astungkara kami mohon doanya dari semeton agar acara berjalan lancar,” kata pembina di Pasraman Dalem Gedong Ratih I Nyoman Ardika alias Sengap Sabtu, (19/11).

Sengap menyebutkan, pemberian pakan pada kera-kera di Alas Kedaton bermakna agar keberadaan Pasraman Dalem Gedong Ratih bisa berarti bagi semua mahluk. Apalagi saat Pandemi Covid-19 tidak ada wisatawan yang berkunjung dan secara langsung menyulitkan pihak pengelola untuk penyediaan pakan.

“Kami di pasraman memiliki motto, Mekarya Lan Meyadnya. Semoga apa yang kami lakukan bisa memberikan manfaat,” ujarnya.

Selain itu, juga akan dilaksanakan kegiatan mepetik, metelubulanan, nutug kelih, metatah massal pada Rabu, 23 Nopember 2022 di Pasraman Dalem Gedong Ratih, Mambal Badung. Sementara puncak acara dilaksanakan pada 26 Nopember 2022 di lokasi yang sama.

“Saat puncak acara akan berisi hiburan dari artis Bali serta penampilan spesial dari bondres Clekontong Mas. Kami berharap masyarakat luas bisa datang dan terhibur,” ujarnya.

Tampak juga saat acara bhakti sosial ini dua anggota DPRD Tabanan dari daerah pemilihan (Dapil) Selemadeg Raya – Pupuan juga. Mereka adalah anggota Fraksi PDIP DPRD Tabanan I Gede Purnawan dan anggota Fraksi Gerindra I Gede Juliastrawan.

Sementara Perbekel Desa Kukuh, Made Sugianto berterima kasih pada Pasraman Dalem Gedong Ratih bersama Paguyuban Seniman Bali, Tabanan dan Puri Kukuh, Marga atas bantuan pada pihak pengelola Daerah Tujuan Wisata (DTW) Alas Kedaton.

“Kami sangat perlu, karena di sini ada ribuan kera ekor panjang dan sempat kesulitan pakan saat pandemi,” ujarnya.

Pasca Pandemi Covid-19, saat kunjungan wisatawan terutama asing mulai tampak di Alas Kedaton. Sugianto menyatakan perharinya bisa seratusan wisatawan paling dominan asing.

“Semoga situasi pariwisata membaik setelah KTT G-20 sehingga kami di Alas Kedaton bisa kembali normal,” ujarnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button