BudayaPariwisata

Taman Safari Bali Laksanakan Tradisi Tumpek Kandang

Gianyar – Taman Safari Bali, sebagai salah satu destinasi wisata dan pusat konservasi satwa menyelenggarakan upacara sakral Tumpek Kandang pada Sabtu, (18/5). Tradisi Bali ini secara rutin dilaksanakan setiap enam bulan sekali.

Upacara Tumpek Kandang yang dirayakan setiap 6 bulan sekali (210 hari) tepatnya pada Saniscara (Sabtu) Kliwon Wuku Uye, memiliki makna mendalam dalam budaya Bali. Upacara ini merupakan wujud rasa terima kasih dan penghormatan kepada satwa atas peran pentingnya dalam kehidupan manusia, baik dalam aspek budaya, sosial, maupun ekonomi.

Taman Safari Bali mengungkapkan rasa apresiasinya kepada seluruh satwa yang mendiami habitatnya melalui sebuah upacara sakral yang dimeriahkan dengan pemberian “gebogan”.

Gebogan merupakan salah satu bentuk persembahan tradisional bali yang terbuat dari berbagai macam buah-buahan dan sayuran, yang dipersembahkan kepada satwa sebagai simbol rasa terima kasih dan penghargaan.

Baca Juga:  Tabanan Gelar Pesta Kesenian Bali XLVI di Kabupaten

Upacara Tumpek Kandang di Taman Safari Bali diawali dengan prosesi persembahyangan yang dipimpin oleh Pemangku. Acara ini dihadiri oleh para keeper satwa, perwakilan karyawan, dan pengunjung yang antusias dengan tradisi ini. Tak hanya manusia, satwa-satwa di Taman Safari Bali pun turut berpartisipasi dalam upacara ini. Beberapa satwa yang terlibat dalam prosesi ini antara lain Hyena, Binturong, Burung Nuri Bayan, Sapi Bali, Kuda Pony, Iguana, Gajah, dan Orangutan. Kehadiran satwa tersebut semakin melengkapi kemeriahan acara.

Dalam prosesi persembahyangan, satwa-satwa tersebut didoakan dan diperciki dengan tirta atau air suci. Meskipun menunjukkan reaksi yang beragam, satwa-satwa tersebut terlihat tenang dan seolah-olah memahami makna di balik prosesi persembahyangan. Momen ini semakin memperkaya nilai spiritual dalam ikatan harmonis antara manusia dan satwa di Taman Safari Bali.

Baca Juga:  Kemenkumham Bali Deportasi Produser Reality Show Asal Korsel

“Kami dengan bangga merayakan upacara Tumpek Kandang, sebuah warisan budaya yang kami junjung tinggi sebagai wujud dedikasi kami dalam menjaga dan menghormati satwa-satwa yang kami rawat,” ujar Operation Manager, Taman Safari Bali Sabtu, (18/5).

Melalui penyelenggaraan upacara Tumpek Kandang ini, Taman Safari Bali menegaskan komitmennya terhadap konservasi, edukasi, dan kesejahteraan semua makhluk hidup melalui penyelenggaraan upacara Tumpek Kandang. Upacara ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu menghormati dan menghargai satwa.

“Taman Safari Bali adalah tempat yang tepat untuk mempelajari lebih lanjut tentang satwa dan melihat mereka di habitat alami,” ujar Jesica. (CB.1)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button