BudayaGaya Hidup

Melukis Rumah Kaca Pada Kanvas di TBK

Gambar Ilustrasi Pramoedya Ananta Toer

Foto: Chairul Amri Simabur https://www.instagram.com/chairulamri/

Novel Rumah Kaca merupakan seri terakhir dari kumpulan Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Dewa Ketha menerangkan, ia dan komunitas Pojok mengangkat Novel Rumah Kaca karena dinilai paling jarang dibahas

Taman Baca Kesiman (TBK) Denpasar kembali memperingati kelahiran penulis Pramoedya Ananta Toer dengan menggelar acara pameran mural. Acara ini digagas oleh komunitas seni Pojok dan akan berlangsung hingga 29 Februari 2020. 

Pameran mural ditampilkan pada kanvas berukuran sekitar dua kali satu setengah meter mengangkat tema Novel Rumah Kaca karya Pramudya Anta Toer.

“Judulnya muralnya mengintip rumah kaca,” kata Perwakilan Komunitas Pojok, Dewa Ketha, Minggu, 23 Februari 2020. 

Baca Juga:  Anak-anak Belajar Konservasi Air dengan Berkemah dan Dongeng di Kecamatan Marga

Novel Rumah Kaca merupakan seri terakhir dari kumpulan Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Dewa Ketha menerangkan, ia dan komunitas Pojok mengangkat Novel Rumah Kaca karena dinilai paling jarang dibahas.

Ia menjelaskan, 12 mural yang dibuat merupakan interpretasi dari seniman mengacu pada cerita dalam novel Rumah Kaca.

“Saya ceritakan secara lisan dari isi novel, setelahnya teman-teman di komunitas Pojok membuat sketsa sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Pendiri Taman Baca Kesiman Ngurah Alit menyebutkan, pihaknya hanya menyediakan tempat untuk berkegiatan. Tema dan bentuk acara sepenuhnya dikonsep oleh komunitas Pojok.

Namun, sejak Februari 2018, Taman Baca Kesiman rutin merayakan kelahiran penulis yang ditahan di Pulau Buru pada Era Orde Baru atau disebut bulan Pram.

Baca Juga:  Akademisi STAH Mpu Kuturan Dorong Perda Inisiatif Untuk Pasraman Formal

“Anak muda harus kenal dan Pram dan karya-karyanya,” ujarnya.

Gung Alit menilai, spirit dari cerita Novel Rumah Kaca sesuai dengan keadaan sekarang, terutama akan munculnya Omnibus Law.

“Peraturan bisa membahayakan kehidupan bumi dan lingkungan, saya pikir harus dilawan dan sikap Minke (tokoh novel Rumah Kaca) getol melawan penjajah patut dicontoh,” ujarnya.

Selain itu, pada 27 Februari 2020 Taman Baca Kesiman akan menampilkan dogeng yang ceritanya diambil dari novel Pramoedya Ananta Toer berjudul Calonarang.

“Yang membawakan dongeng perempuan,” kata Gung Alit.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button