Gaya HidupPariwisata

Menikmati Musik Jazz Hingga Koplo Di Tepian Sawah Abadi Jatiluwih

Pengunjung obyek wisata Jatiluwih tidak hanya akan mendengar suara jangkrik atau kicau burung sebagaimana biasa di sawah. Lebih dari itu!

Tabanan – Pengunjung obyek wisata Jatiluwih tidak hanya akan mendengar suara jangkrik atau kicau burung sebagaimana biasa di sawah. Pengelola akan menggelar hajatan Jatiluwih Cultural Week (JCW) pada 15 hingga 16 Oktober 2022. Acara ini menjadi spesial karena perdana pasca Pandemi Covid-19.

Pengisi acara Jatiluwih Cultural Week bisa dikatakan sedang hits dan dari beragam genre. Pada awal acara pengunjung akan diajak berdendang sambil bergoyang tipis dari alunan suara Bagus Wirata.

Penyanyi yang terkenal dengan mengcover lagu-lagu hits pop Bali ini pasti akan membuat kaki, minimal kepala ngangguk-nganguk. Alunan musik remik koplonya sudah menggaransi itu.

Selain musik, acara ini juga berisi pasar rakyat oleh warga lokal. Kegiatan seni melukis, kompetisi barista dan ditutup oleh alunan musik DJ hingga jam 9 malam. Namun, sebelum DJ tampil, penonton sekali lagi akan diajak menikmati alunan musik akustik dari Robi vokalis Navicula.

Robi yang merupakan aktivis lingkungan dan penggiat pertanian lokal ini pasti pas dong tampil pada acara Jatiluwih Cultural Week. Intinya tidak jauh dari tanaman dan pertanian.

Hari kedua, panitia menggelar lari cross country fun mengelili area persawahan Jatiluwih. Setelah itu diadakan talk show dengan tema pemulihan Desa Wisata Jatiluwih saat pandemi dengan kolaborasi.

Agak sore sekitar Pukul 14.00 WITA akan dijadwalkan penampilan Band Soul and Kith. Band yang lebih menampilkan duo grup ini identik dengan lagu akustik. Suasana menjelang sore di hamparan sawah Jatiluwih akan menjadi momen indah apalagi sambil mendengarkan salah satu hits mereka, yakni Hujan.

Hari terakhir ini tidak sampai malam. Balawan akan menutup acara sekitar jam 4 sore. “Kami tidak ada target untuk jumlah pengunjung. Poin pentingnya adalah Jatiluwih memiliki acara yang seru dan bisa menjadi pilihan berbeda ketika datang ke sini,” kata manajer pengelola Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih I Nengah Sutirtayasa Kamis, (6/10).

Sementara itu, untuk kunjungan wisatawan ke obyek wisata yang dikenal dengan sawah teraseringnya ini saat ini berkisar pada angka 500 hingga 800 setiap harinya.

“Bulan Juli-Agustus pada saat hight session, kunjungan sampai pada angka 1100 setiap harinya,” ujarnya.

Untuk kunjungan masih didominasi wisatawan asing asal Singapura, India dan Perancis. Sutirtayasa mengatakan, Jatiluwih memang menjadi tujuan bagi wisatawan asing. Sementara untuk G-20, ia menyebutkan secara signifikan belum memberikan dampak.

“Tapi sudah ada kunjungan dari dilegasi. Kami berharap pada tahun depan saat hight session akan mengalami lonjakan karena pengaruh G-20,” ujarnya. (*)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button