Ekonomi

Naikkan Tarif Air, Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan Akan Revitalisasi Pipa

Tabanan – Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Kabupaten Tabanan saat ini tengah menyusun penyesuaian tarif. Pada Minggu, (17/9) mereka juga melakukan sosialisasi pada masyarakat di Gedung Kesenian I Ketut Maria. Salah satu alasan menaikkan tarif ini karena selama 13 tahun harga tarif air minum belum pernah disesuaikan.

Direktur Utama Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan I Gede Nyoman Wirah Adnyana menyebutkan, selain telah melakukan kajian secara akademis dengan melibatkan tim independen dari Universitas Udayana dan Universitas Hindu Negeri (UNHI) Denpasar, kenaikan tarif air ini juga untuk melakukan revitalisasi jaringan pipa air.

“Panjangnya saya lupa detailnya. Yang jelas kami sebelumnya pernah mengajukan angka perbaikan jaringan pipa nilainya sekitar Rp 15 miliar pada pemerintah kabupaten,” ujarnya.

Baca Juga:  Pertama di Tabanan, SMAKER Aplikasikan Mapel P5 Dengan Expo

Ia menjelaskan, kondisi pipa air Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan khususnya di sekitar wilayah Kota Tabanan merupakan pipa lama yang tidak bisa menahan tekanan tinggi air sehingga rentan bocor. Selain perbaikan pipa juga akan dilakukan pembuatan sumur bor untuk pelanggan yang ada di jalur minim sumber mata air.

“Makanya salah satu kendala layanan adalah kebocoran pipa. Ini sangat perlu untuk dilakukan perbaikan menyeluruh,” ujarnya.

Kasubag Humas Perumda Tirta Amertha Buana I Wayan Agus Suanjaya menjelaskan, sejak tahun 2010 lalu tarif dasar air minum Perumda Tirta Amertha Buana menempati posisi tarif terendah Bali dan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan baik berupa perbaikan perpipaan maupun perluasan cakupan pelayanan, tentu membutuhkan pembiayaan dan investasi. Dengan adanya penyesuaian tarif ini diharapkan kedepannya pelayanan Perumda Tirta Amertha Buana bertambah baik.

Baca Juga:  Libur Idul Fitri, Perumda TAB Siagakan Petugas Lapangan

Dari hasil kajian Tim Akademisi Independent tentang penyesuaian tarif, telah mempertimbangkan antara kebutuhan Perumda Tirta Amertha Buana dengan kondisi sosial ekonomi di masyarakat.

Agus Suanjaya memberikan gambaran, pelanggan golongan C6 (rumah tangga) dengan rata-rata pemakaian air 15 m³ perbulan akan mengalami kenaikan sekitar Rp1.000 per hari untuk rumah tangga yang dihuni oleh lima orang. “Demikian pula dengan kajian penyesuaian kenaikan tarif tersebut masih dalam posisi subsidi silang antara pemakaian industri mensubsidi pemakaian rumah tangga dan lembaga sosial,” ujarnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button