BudayaJalan-JalanPariwisata

Mitos Air Sanih Dan Kunci Hubungan Langgeng Anak Muda

Banyak pasangan kekasih yang datang pada hari Sabtu dan Minggu

Buleleng- Waktu sudah menunjukkan Pukul 08.00 WITA, udara dingin dengan siraman matahari pagi menambah semangat. Sesampainya di obyek wisata Air Sanih, Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Sejauh mata memandang, pantai memantulkan sinar matahari sangat indah. Di area permandian ini terdapat Pura yang digunakan untuk warga setempat menyucikan diri atau sekedar meminta tirta.  Selain sebagai pemandian, Air Sanih juga dapat digunakan untuk menyucikan diri.

Sebelum memasuki area pemandian, pengunjung harus membeli tiket seharga Rp 10.000 setiap orang. Pungutan ini digunakan untuk menjaga keadaan kolam dan juga membayar gaji karyawan agar tetap terkelola dengan baik.

Saat itu, belum banyak pengunjung yang datang karena masih pagi. Sebelum berkunjung, ada baiknya kita mempersiapkan kebutuhan pribadi, seperti handuk, sampo, sabun dan pakaian ganti berenang.

Dulu kolam Air Sanih hanya terdapat dua bagian yaitu kolam untuk dewasa dan untuk anak-anak. Namun, seiring berjalannya waktu renovasi dilakukan untuk menambah daya tarik wisatawan.

Terdapat kolam mini berbentuk aliran sungai yang berbatasan langsung dengan pantai sehingga kesan alami sangat terasa. Ketika berendam, pengunjung bisa menikmati pemandangan laut yang luas.

Sebelum berenang, pengunjung bisa terlebih dahulu sembahyang di Pura yang berada di area Air Sanih sekaligus sarapan.

Di dalam kolam dewasa, terlihat beberapa ikan kecil yang berenang bebas. Jernihnya air kolam ditimpali terik matahari membuat tubuh serasa ingin cepat-cepat menyentuh air.

Berendam di kolam Air Sanih sangat pas sambil membicarakan berbagai topik random yang terlintas di pikiran.

Fasilitas yang ada sudah lengkap, mulai dari pedagang yang ada di pinggir kolam, kamar mandi laki-laki dan perempuan yang bersih, juga pegawai yang selalu berjaga untuk keamanan pengunjung, dan loker tempat penitipan barang.

Kolam Air Sanih merupakan permandian yang berlokasi di Desa Air Sanih, Kubutambahan, Buleleng dan berjarak 17 kilometer dari Singaraja.

Air Sanih berasal dari air tanah atau klebutan yang berasa dari Danau Buyan. Klebutan ini berada tepat di sebelah Pura.

Ini merupakan sesuatu yang unik, danau yang dapat menyalurkan air menuju tempat lainnya. Berdasarkan babad Besi Mejajar, Air Sanih juga disebut Yeh Sanih berasal dari kata ersania yang artinya timur laut.

Menurut mitos yang ada, apabila pasangan kekasih datang ke sini, hubungannya niscaya akan bertahan lama.

Selain pemandangan yang indah, mitos ini pun menarik minat pasangan muda yang sedang dimabuk asmara. Kisah ini menyebar dari mulut ke mulut dan membuat terkenal Air Sanih sebagai kunci langgeng hubungan kekasih.

“Banyak pasangan kekasih yang datang pada Sabtu dan Minggu yang bertepatan hari libur,” tutur staf pengelola Kolam Air Sanih, Lesti Apriani pada Selasa, 3 Mei 2022.

Diluar dari mitos itu, berendam memang dapat menambah cemistri antara pasangan kekasih sambil menikmati quality time. Sehingga komunikasi tetap terjalin dengan hangat.

“Kisah tersebut hanya mitos yang tidak memiliki dasar” Kata staf pengelola kolam Air Sanih, Lesti Apriani (35)  Rabu, 03 Mei 2022.

Ia menyebutkan, mitos tersebut sudah ada semenjak awal kolam mini terbentuk. Lesti juga tidak tahu-menahu asal mitos itu.

Mitos tersebut tetap dipercaya hingga kini karena banyak pasangan kekasih yang hubungannya langgeng dan melanjutkan ke jenjang pernikahan setelah berkunjung ke Air Sanih.

Tapi, berbeda dengan seorang pengunjung bernama I Kadek Sutamayasa asal Tajun, Buleleng yang memiliki kisah berbeda. Hubungannya kandas meski telah datan ke Air Sanih dengan pasangannya.

“Hubungan saya putus di tengah jalan dan mantan saya menikah dengan laki-laki lain. Sebet yen tuturang,” ujarnya.

Sementara itu, pengunjung lain Rizky, (20) asal Sambangan, Buleleng menilai berendam adalah kegiatan yang dapat mengistirahatkan otak sejenak dari padatnya masalah hidup.

“Mungkin ini salah satu alasan mengapa Air Sanih dikatakan sebagai kunci hubungan awet. Jika kondisi santai, komunikasi akan terjalin dengan lebih baik,” ujarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button