Ekonomi

MPWD Unmas Denpasar Fokus Garap Desa Binaan Batukaang, Kintamani Untuk Mewujudkan Wisata Desa Berbasis Agroeduheritage

Bangli – Desa Batukaang terletak di Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli, Desa ini memiliki iklim yang sejuk dengan suhu udara relatif rendah berkisar antara 15derajat celcius hingga 30 derajat celcius, dengan topografi berbukit, dan pemandangan alam yang indah. Desa Batukaang merupakan Desa wisata budaya yang terletak kurang lebih 60 km dari Denpasar, dan dari Kota Bangli berjarak 35 km, serta dari ibu kota kecamatan Kintamani berjarak 18 km.

Desa Batukaang mempunyai potensi yang beragam, salah satunya adalah wisata budaya sehubungan dengan berbagai situs purbakala yang dimiliki. Selain itu, potensi lainnya adalah pemandangan alam yang indah, air terjun, jalur tracking, hamparan kebun kopi, jeruk, dan aneka sayuran dan buah-buahan lainnya.

Namun sampai saat ini potensi tersebut belum digarap dengan baik, dan bahkan terkesan belum digarap sama sekali khususnya bidang pariwisatanya. Masyarakat lebih fokus mengembangan kebun kopi, jeruk, dan ternak sapi. Kopi yang dibudidayakan adalah kopi Kintamani dan sudah tersohor karena mempunyai taste yang istimewa menurut penikmat kopi.

Potensi dan permasalahan inilah yang menjadi alasan utama kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Universitas Mahasaraswati Denpasar dalam melakukan pelatihan dan pendampingan untuk Mewujudkan Wisata Desa Berbasis Agro Edu Heritage melalui peningkatan kapasitas kelompok masyarakat Desa Batukaang dalam memanfaatkan potensi desa yang dimiliki untuk dapat meningkatkan pendapatan desa melalui penguatan Pokdarwis, Kelompok Tani, Kelompok Ternak, Kelompok Ibu PKK, dan Karang Taruna. Kegiatan ini sesuai dengan fokus pemerintah dalam mendukung bidang Green ekonomi dan Kepariwisataan.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa dari lintas fakultas dan perguruan tinggi yang di ketuai oleh Dr. Eng. I GD Yudha Partama, S.Si, M.Si dengan anggota Prof. Dr. Ir. I Ketut Widnyana, M.Si, Dr. Eng Putu Edi Yastika, S.Si., M.Eng,M.Si, dan Dr. Gusti Ngurah Yoga Semadi, S.Ag, M.Si dengan melibatkan empat orang mahasiswa dalam rangka kegiatan MBKM Proyek Desa.

Baca Juga:  Menyatukan Kecantikan dan Budaya, Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja Gelar Beauty Class Bersama Salon Agung

“Kegiatan PkM yang dilakukan oleh Tim PkM Universitas Mahasaraswati Denpasar ini merupakan Program dengan skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) multitahun yang terlaksana dari hibah PkM Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbud Ristek Tahun 2023,” ujar I GD Yudha Partama.

Untuk mewujudkan wisata desa berbasis agroeduheritage, adapun kegiatan yang dilakukan pada Tahun pertama di antaranya, Inventarisasi Potensi DTW dan pemetaan sebaran DTW, Sosialisasi sadar wisata dan pembentukan Pokdarwis, Pendokumentasian bangunan cagar budaya secara digital dan pembuatan virtual tour, Pembuatan Pilot Project Wisata Agro Kebun Kopi, Pelatihan dan pendampingan pertanian organik, dan pengolahan limbah ternak menjadi kompos.

Kegiatan inventarisasi DTW dilakukan dengan mendata tiap-tiap DTW yang ada serta mencatat koordinat tiap DTW serta melakukan dokumentasi dan wawancara dengan masyarakat setempat, dan luaran yang didapatkan berupa Peta Daya Tarik Wisata Desa Batukaang dan Buku Profil wisata desa Batukaang.

Sementara itu, dalam kegiatan sosialisasi sadar wisata menghadirkan narasumber, Dinar Sukma Pramesti, S.T, M.T dari Politeknik Internasional Bali. Ia memaparkan mengenai kiat-kiat sukses untuk membangun desa wisata berbasis keunggulan lokal, serta penjabaran mengenai struktur organisasi dan tata kelola desa wisata dan Pokdarwis.

“Kegiatan dokumentasi cagar budaya, dilakukan dengan melakukan akuisisi foto udara beresolusi tinggi menggunakan wahana drone pada beberapa bangunan cagar budaya yaitu pura-pura yang menyimpan situs arca megalitikum,” ujar I GD Yudha Partama.

Baca Juga:  Pada Mei 2024, Bandara Ngurah Rai Layani Dua Juta Penumpang

Kegiatan pendokumentasian ini nantinya akan menghasilkan model 3D yang diintegrasikan dengan web virtual reality dimana wisatawan bisa menikmati keindahan cagar budaya sebelum berkunjung serta sebagai media promosi wisata Desa Batukaang.

Untuk mewujudkan eduwisata di Desa Batukaang, khususnya bidang pertanian dan peternakan, dilakukan pelatihan dan pendampingan mengenai pertanian organik dan pengolahan limbah ternak. Pada pelatihan pertanian organik, kelompok tani diberikan pelatihan mengenai pembuatan POC plus pestisida nabati berbasis tumbuhan lokal dan urin ternak sapi, serta metode pengaplikasiannya pada tanaman jeruk, kopi, dan sayur-mayur.

Narasumber pelatihan ini, Prof. Dr. Ir. I Ketut Widnyana, M.Si, menjelaskan bahwa POC plus ini berfungsi sebagai penyubur tanaman sekaligus mencegah serangan penyakit tanaman (jamur dan bakteri) dan penghalau hama. “Pada pelatihan pengolahan limbah ternak menjadi pupuk kompos, anggota kelompok dibekali dengan teknik pembuatan pupuk kompos yang diawali dengan pembuatan dan perbanyakan fermentor, agen fermentor ini yang nantinya berfungsi untuk mempercepat proses fermentasi limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos,” terangnya.

Perbekel Desa Batukaang I Made Paing sangat berterimakasih dan mendukung penuh kegiatan PkM yang dilakukan oleh Unmas Denpasar. Hal ini dikarenakan menururtnya desanya pantas menjadi desa wisata dengan berbagai modal potensi yang dimilikinya untuk menjadi desa wisata berbasis agroeduheritage, dan ini juga sejalan dengan misi ke-6 yang tercantum pada RPJMD-SB Kabupaten Bangli Tahun 2021-2026, yaitu Mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan berbasis budaya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button