Peristiwa

Bumikan Visi-Misi Prabowo Gibran, Relawan Semeton Prabowo Gelar Bincang Santai Politik

Jakarta – Relawan Semeton Prabowo menyelenggarakan kegiatan dialog politik sebagai bentuk kampanye pemenangan pasangan calon (paslon) Capres-cawapres Prabowo-Gibran. Kegiatan tersebut dikemas dalam acara yang disebut “Bistik” yang merupakan akronim dari Bincang Santai Politik. Dialog tersebut mengusung Tema “Hulunisasi SDM kunci Hilirisasi SDA” dilaksanakan di Jakarta Timur, Rabu (20/12).

Sekretaris Jenderal (Sekjend) Semeton Prabowo Putu Asrinidevy menjelaskan tujuan pelaksanaan dialog politik tersebut adalah untuk menyampaikan dan meyakinkan publik tentang program kerja dari paslon Prabowo-Gibran.

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama generasi muda terhadap visi-misi dan program kerja pak Prabowo dan mas Gibran. Sehingga mereka tau tujuan dan rasionalitas program kerja tersebut, dan akhirnya semakin yakin dengan pak Prabowo dan mas Gibran,” ujar Asrinidevy yang akrab dipanggil Devy itu,

Terkait dengan tema kegiatan tersebut, Devy menjelaskan bahwa Hulunisasi di sektor Sember Daya Manusia (SDM) merupakan dasar untuk dapat mengerjakan Hilirisasi Sumber Daya Alam di Indonesia. Menurutnya, Hilirisasi erat kaitannya dengan penguasaan teknologi dan inovasi serta manajemen yang membutuhkan SDA yang mempunyai kapasitas dibidang tersebut. Sehingga kekayaan alam Indonesia tidak lagi dijual dalam bentuk mentah dengan harga yang sangat murah.

“Soal tema ini sebenarnya kami berdasar pada program dan komitmen pak Prabowo soal pencegahan stunting dan soal Hilirisasi. Sederhananya begini, ada program makan siang dan susu gratis, tujuannya adalah mencegah stunting dan memberi kecukupan gizi sejak dini dterhadap anak-anak Indonesia. Sehingga, merka dapat tumbuh maksimal dan mampu menerima pengetahuan dengan baik, terciptalah SDM yang unggul. Nah SDM yang unggul ini akan mampu menciptakan inovasi dan menguasai teknologi untuk mengelola kekayaan alam untuk dapat memberi manfaat sebesar-besarnyabagi bangsa dan negara Indonesia,”jelas perempuan asal Bali itu.

Baca Juga:  Bincang KNPI Tabanan, Bedah Potensi Pemilih Muda 2024

Sebagai informasi, kegiatan dialog tersebut mengundang beberapa narasumber seperti Juru Bicara (Jubir) TKN Prabowo-Gibran, Hariqo Wibawa Satria, kemudian Jubir TKD jawa Barat, Eka Dharmayudha, dan Yoga Saputra yang merupakan jubir muda DPP PSI. Selain itu turut hadir Ketua Dewan Pembina Semeton Prabowo, Letjend TNI (Purn) Ida bagus Purwalaksana untuk memberikan sebagai pembicara kunci.

Devy yang juga mantan Presidium Pimpinan Pusat KMHDI itu menyebutkan relawan semeton Prabowo ini sudah menjalankan kegiatannya sejak awal tahun 2023. Dirinya menyebutkan bahwa kegiatan lebih banyak di ruang media sosial dan beberapa kali kegiatan lapangan.

“Kami (relawan semeton Prabowo) sudah dibentuk dan aktif sejak awal tahun 2023 lalu, namun secara de jure atau resminya di agustus 2023. Dan kita sudah buat kordinator di 14 provinsi di Indonesia. Kegiatan kami memang awalnya lebih banyak di media digital seperti sosial media, Instagram, Tiktok, YouTube, Twitter (X). Kami juga ada web yang memuat tulisan seperti berita, gagasan, dan opini tentang berbagai isu kekinian seputar pak Prabowo.

Baca Juga:  Gibran Kunjungi Bali: Banyak Sekali PR

Dirinya juga menyatakan bahwa relawan Semeton Prabowo juga aktif di kegiatan lapangan baik secara pribadi mapun kolaborasi dengan pihak pemenangan dan relawan.

“Bukan cuma itu (online), kami juga beberapa kali membuat aktivitas lapangan seperti bagi-bagi susu di Jakarta dan di Sulawesi Tenggara, dan juga kami alktif dalam berbagai kegiatan kerelawanan yang dilakukan oleh baik TKN, maupun kolaborasi dengan relawan lainnya,” papar Devy.

Dialog politik ini disampaikan Devy sebagai kegiatan diskusi perdana secara offline. Menurutnya ini diperlukan mengingat proses pemilihan sudah sangat dekat, meskipun secara online sudah sering dilakukan diskusi lewat sosial media.

“Secara offline, kegiatan diskusi ini menjadi kegiatan perdana. Kalau diskusi online kami sudah sering, seminggu tiga kali, khususnya di Tiktok. Karena pemilihan sudah dekat, gerakan offline sangat diperlukan untuk dapat memaksimalkan informasi dan pemahaman lewat tatap muka. Sehingga, apa yang menjadi tujuan dan komitmen pak Prabowo dapat berjalan maksimal, dan tentunya menang di pilpres 2024,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button