Peristiwa

Lapas Tabanan Latih WBP Jadi Kader Kesehatan, Berikan Pemahaman Tentang Penyakit Menular

Tabanan – Bertempat di Ruang Klinik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan dilaksanakan pelatihan Kader Kesehatan bagi 12 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang terpilih. Kegiatan pelatihan ini difasilitasi oleh Tim Medis Lapas pada Rabu, (26/06).

Kepala Seksi Bimbingan Narapida/ Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Agung Wisnuputra Dalem mengatakan bahwa pembentukan Kader Kesehatan ini merupakan bentuk akselerasi layanan khususnya dalam bidang kesehatan.

“Pembentukan dan pelatihan kader ini merupakan salah satu upaya kami dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi Warga Binaan,” ujarnya.

Kegiatan pelatihan ini dimulai dengan semacam tes yang diberikan oleh Tim Medis kepada Warga Binaan yang terpilih dimana tes ini dilaksanakan untuk mengetahui seberapa pengetahuan para kader terpilih tentang kesehatan.

Baca Juga:  Curi Perhiasan di Area Canggu, WNA Ukraina Dideportasi

Setelah itu kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai peran para kader serta penyuluhan tentang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Menular (P3M).

Dokter Lapas Kelas IIB Tabanan Luh Putu Tresnadewi mengatakan, peran kader kesehatan sangat krusial didalam upaya memberikan layanan kesehatan bagi WBP. Ia berharap WBP yang dipilih menjadi kader kesehatan mampu bekerjasama dengan para tenaga medis dalam memberikan layanan kesehatan.

“Teman-teman yang sudah terpilih menjadi kader saya harapkan dapat membantu kami dalam memberikan layanan kesehatan dimulai dengan memberikan contoh bagi Warga Binaan lain dalam menjaga kesehatan diri, menjaga pola hidup bersih dan sehat serta memberikan pertolongan pertama jika ada teman WBP yang mengalami masalah kesehatan di blok hunian,” ujarnya.

Baca Juga:  PDIP Tabanan Rencanakan Penjaringan Bakal Calon Pilkada Pekan Ini, Berikut Nama Yang Muncul!

Kepala Subseksi Perawatan Narapidana/ Anak Didik, I Gede Komang Werdi menambahkan, bahwa kader yang telah dipilih sudah melalui fase penyaringan yang ketat mengacu pada regulasi yang ada yaitu melalui asesmen risiko dan kebutuhan.

“Sebagai perpanjangan tangan bagi tenaga medis Klinik Lapas Tabanan, para kader tersebut telah melalui tahanan asesmen yang dilaksanakan oleh seksi Pembinaan untuk dapat bekerjasama dengan Tim Medis dalam memberikan layanan kesehatan,” ujarnya. (CB.1)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button